Komponen plastik digunakan dalam berbagai macam aplikasi, mulai dari peralatan makan dan dapur sederhana hingga komponen mekanis yang kompleks dan casing produk elektronik. Namun, untuk komponen plastik dengan persyaratan presisi tinggi, seperti casing produk elektronik, persyaratan presisi harus ditekankan sejak tahap pembuatan cetakan selama proses pencetakan injeksi.

Faktor-faktor apa saja yang menentukan presisi komponen plastik selama pencetakan injeksi? Bagaimana kita dapat meningkatkan presisi komponen cetakan injeksi berdinding tipis?
- Tekanan penutupan cetakan: Pada prinsipnya, tekanan ini harus lebih besar daripada total tekanan plastik yang disuntikkan ke dalam cetakan, dengan tujuan mencegah timbulnya burr.
- Tekanan dan kecepatan memiliki hubungan parsial. Tujuan tekanan yang bekerja pada cetakan adalah memastikan bahan baku masuk ke dalam cetakan secara merata, menyeluruh, dan dalam jumlah yang tepat, sehingga mengisi semua sudut. Tekanan yang terlalu rendah akan mengakibatkan short shot dan penyusutan; tekanan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan burr, overfilling, lengket, terbakar, kerusakan cetakan, dan stres internal yang tinggi.
- Kecepatan menentukan kondisi bahan baku di saluran cetakan maupun pada produk jadi. Kecepatan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan burr, overfilling, dan terbakar; kecepatan yang terlalu rendah akan mengakibatkan short shot, penyusutan, ikatan yang buruk, dan kerusakan.
- Suhu: Bahan baku yang berbeda memerlukan suhu yang berbeda pula. Jika suhu terlalu rendah, lelehan tidak akan menembus dengan baik, mengakibatkan warna yang tidak merata dan meningkatnya stres internal pada produk jadi. Jika suhu terlalu rendah dan tekanan terlalu tinggi, sekrup bisa rusak. Jika tekanan terlalu tinggi, produk akan memiliki tepi yang kasar, dan perbedaan suhu akibat pendinginan akan menyebabkan penyusutan. Bahan baku akan terurai, menguning, berubah warna, dan menjadi mudah rusak. Waktu pendinginan akan lebih lama, serta gas tidak akan mudah keluar.


